Wednesday, November 2, 2011

Pengertian Pergaulan Bebas

A.     PengertianPergaulan Bebas

Kita tentu tahu bahwa pergaulan bebas ituadalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang mana “bebas” yang dimaksudadalah melewati batas-batas norma ketimuran yang ada. Masalah pergaulan bebas ini sering kita dengarbaik di lingkungan maupun dari media massa.

Remaja adalah individu labil yang emosinya rentan tidak terkontrol olehpengendalian diri yang benar. Masalah keluarga, kekecewaan, pengetahuan yangminim, dan ajakan teman-teman yang bergaul bebas membuat makin berkurangnyapotensi generasi muda Indonesia dalam kemajuan bangsa.

B.    Penyebab & Dampak Maraknya PergaulanBebas Remaja Indonesia

Ada banyak sebab remaja melakukan pergaulan bebas. Penyebab tiap remajamungkin berbeda tetapi semuanya berakar dari penyebab utama yaitu kurangnyapegangan hidup remaja dalam hal keyakinan/agama dan ketidakstabilan emosiremaja. Hal tersebut menyebabkan perilaku yang tidak terkendali, sepertipergaulan bebas & penggunaan narkoba yang berujung kepada penyakit sepertiHIV & AIDS ataupun kematian. Berikut ini di antara penyebab maraknyapergaulan bebas di Indonesia:

-   Sikapmental yang tidak sehat

Sikap mental yang tidak sehat membuat banyaknyaremaja merasa bangga terhadap pergaulan yang sebenarnya merupakan pergaulanyang tidak sepantasnya, tetapi mereka tidak memahami karena daya pemahaman yanglemah. Dimana ketidakstabilan emosi yang dipacu dengan penganiayaan emosiseperti pembentukan kepribadian yang tidak sewajarnya dikarenakan tindakankeluarga ataupun orang tua yang menolak, acuh tak acuh, menghukum,mengolok-olok, memaksakan kehendak, dan mengajarkan yang salah tanpa dibekalidasar keimanan yang kuat bagi anak, yang nantinya akan membuat mereka merasatidak nyaman dengan hidup yang mereka biasa jalani sehingga pelarian dari haltersebut adalah hal berdampak negatif, contohnya dengan adanya pergaulan bebas.

-   Pelampiasanrasa kecewa

Yaitu ketika seorang remaja mengalami tekanandikarenakan kekecewaannya terhadap orang tua yang bersifat otoriter ataupunterlalu membebaskan, sekolah yang memberikan tekanan terus menerus(baik darisegi prestasi untuk remaja yang sering gagal maupun dikarenakan peraturan yangterlalu mengikat), lingkungan masyarakat yang memberikan masalah dalamsosialisasi, sehingga menjadikan remaja sangat labil dalam mengatur emosi, danmudah terpengaruh oleh hal-hal negatif di sekelilingnya, terutama pergaulanbebas dikarenakan rasa tidak nyaman dalam lingkungan hidupnya.

-   Kegagalanremaja menyerap norma

Hal ini disebabkan karena norma-norma yang adasudah tergeser oleh modernisasi yang sebenarnya adalah westernisasi.

-   Dampak dari pergaulan bebas

Pergaulan bebas identik sekali dengan yang namanya“dugem” (dunia gemerlap). Yang sudah menjadi rahasia umum bahwa di dalamnyamarak sekali pemakaian narkoba. Ini identik sekali dengan adanya seks bebas.Yang akhirnya berujung kepada HIV/AIDS. Dan pastinya setelah terkena virus inikehidupan remaja akan menjadi sangat timpang dari segala segi.

C.   Solusi Untuk Menyelesaikan MasalahPergaulan Bebas

Kita semua mengetahui peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME,penyaluran minat dan bakat secara positif merupakan hal-hal yang dapat membuatsetiap orang mampu mencapai kesuksesan hidup nantinya. Tetapi walaupunkata-kata tersebut sering ‘didengungkan’ tetap saja masih banyak remaja yangmelakukan hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan. Selain daripada solusi diatas masih banyak solusi lainnya. Solusi-solusi tersebut adalah sebagaiberikut:

1.      Memperbaiki cara pandang dengan mencobabersikap optimis dan hidup dalam “kenyataan”, maksudnya sebaiknya remajadididik dari kecil agar tidak memiliki angan-angan yang tidak sesuai dengankemampuannya sehingga apabila remaja mendapatkan kekecewaan mereka akan mampumenanggapinya dengan positif.
2.      Menjaga keseimbangan pola hidup. Yaituperlunya remaja belajar disiplin dengan mengelola waktu, emosi, energi sertapikiran dengan baik dan bermanfaat, misalnya mengatur waktu dalam kegiatansehari-hari serta mengisi waktu luang dengan kegiatan positif
3.      Jujur pada diri sendiri. Yaitu menyadaripada dasarnya tiap-tiap individu ingin yang terbaik untuk diri masing-masing.Sehingga pergaulan bebas tersebut dapat dihindari. Jadi dengan ini remaja tidakmenganiaya emosi dan diri mereka sendiri.
4.      Memperbaiki cara berkomunikasi denganorang lain sehingga terbina hubungan baik dengan masyarakat, untuk memberikanbatas diri terhadap kegiatan yang berdampak negatif dapat kita mulai dengankomunikasi yang baik dengan orang-orang di sekeliling kita.
5.      Perlunya remaja berpikir untuk masa depan.Jarangnya remaja memikirkan masa depan. Seandainya tiap remaja mampu menanamkanpertanyaan “Apa yang akan terjadi pada diri saya nanti jika saya lalai dalammenyusun langkah untuk menjadi individu yang lebih baik?” kemudian hal itudiiringi dengan tindakan-tindakan positif untuk kemajuan diri para remaja.Dengan itu maka remaja-remaja akan berpikir panjang untuk melakukan hal-halmenyimpang dan akan berkurangnya jumlah remaja yang terkena HIV & AIDSnantinya.

Selain usaha dari diri masing-masing sebenarnya pergaulan bebas dapatdikurangi apabila setiap orang tua dan anggota masyarakat ikut berperan aktifuntuk memberikan motivasi positif dan memberikan sarana & prasarana yangdibutuhkan remaja dalam proses keremajaannya sehingga segalanya menjadibermanfaat dalam kehidupan tiap remaja.

No comments:

Post a Comment