Tuesday, November 1, 2011

Peran dan manfaat elektrolit bagi tubuh manusia

Elektrolit yang terdapat pada cairan tubuhakan berada dalam bentuk ion bebas (free ions).


Secara umum elektrolit dapatdiklasifikasikan menjadi 2 jenis yaitu kation dan anion. Jika elektrolitmempunyai muatan positif (+) maka elektrolit tersebut disebut sebagai kationsedangkan jika elektrolit tersebut mempunyai muatan negatif (-) maka elektrolittersebut disebut sebagai anion. Contoh dari kation adalah natrium (Na+) dankalium (K+) dan contoh dari anion adalah klorida (Cl-) dan bikarbonat (HCO3-).Elektrolit- elektrolit yang terdapat dalam jumlah besar di dalam tubuh antaralain adalah natrium (Na+), kalium (K+), kalsium (Ca2+), magnesium (Mg2+),klorida (Cl-), bikarbonat (HCO3-), fosfat (HPO42- ) dan sulfat (SO42- ).

Di dalam tubuh manusia, kesetimbanganantara air (H2O)-elektrolit diatur secara ketat agar sel-sel dan organ tubuhdapat berfungsi dengan baik.

Pada tubuh manusia, elektrolit-elektrolitini akan memiliki fungsi antara lain dalam menjaga tekanan osmotik tubuh,mengatur pendistribusian cairan ke dalam kompartemen badan air (body’s fluidcompartement), menjaga pH tubuh dan juga akan terlibat dalam setiap reaksioksidasi dan reduksi serta ikut berperan dalam setiap proses metabolisme.

Tubuh kita ini adalah ibarat suatujaringan listrik yang begitu kompleks, didalamnya terdapat beberapa‘pembangkit’ lokal seperti jantung, otak dan ginjal. Juga ada ‘rumah-rumah’pelanggan berupa sel-sel otot. Untuk bisa mengalirkan listrik ini diperlukanion-ion yang akan mengantarkan ‘perintah’ dari pembangkit ke rumah-rumahpelanggan. Ion-ion ini disebut sebagai elektrolit. Ada dua tipe elektrolit yang ada dalam tubuh,yaitu kation (elektrolit yang bermuatan positif) dan anion (elektrolit yangbermuatan negatif). Masing-masing tipe elektrolit ini saling bekerja samamengantarkan impuls sesuai dengan yang diinginkan atau dibutuhkan tubuh.

Beberapa contoh kation dalam tubuh adalahNatrium (Na+), Kaalium (K+), Kalsium (Ca2+), Magnesium (Mg2+). Sedangkan anionadalah Klorida (Cl-), HCO3-, HPO4-, SO4-. Dalam keadaan normal, kadar kationdan anion ini sama besar sehingga potensial listrik cairan tubuh bersifatnetral. Pada cairan ektrasel (cairan diluar sel), kation utama adalah Na+sedangkan anion utamanya adalah Cl-.. Sedangkan di intrasel (di dalam sel)kation utamanya adalah kalium (K+).

Disamping sebagai pengantar aliranlistrik, elektrolit juga mempunyai banyak manfaat, tergantung dari jenisnya.Contohnya :

  • Natrium     : fungsinya sebagai  penentu utama osmolaritas dalam darah dan pengaturan volume ekstra sel.
  • Kalium       : fungsinya mempertahankan  membran potensial elektrik dalam tubuh.
  • Klorida      : fungsinya mempertahankan tekanan osmotik, distribusi air pada berbagai cairan tubuh dan keseimbangan anion dan kation dalam cairan ekstrasel.
  • Kalsium     : fungsi utama kalsium adalah sebagai penggerak dari otot-otot, deposit utamanya berada di tulang dan gigi, apabila diperlukan, kalsium ini dapat berpindah ke dalam darah.
  • Magnesium : Berperan penting dalam aktivitas elektrik jaringan, mengatur pergerakan Ca2+ ke dalam otot serta memelihara kekuatan kontraksi jantung dan kekuatan pembuluh darah tubuh.

Tidak semua elektrolit akan kita bahas,hanya kalium dan natrium yang akan kita bahas. Ada dua macam kelainan elektrolit yangterjadi ; kadarnya terlalu tinggi (hiper) dan kadarnya terlalu rendah (hipo).Peningkatan kadar konsentrasi Natrium dalam plasma darah atau disebuthipernatremia akan mengakibatkan kondisi tubuh terganggu seperti kejang akibatdari gangguan listrik di saraf dan otot tubuh. Natrium yang juga berfungsimengikat air juga mengakibatkan meningkatnya tekanan darah yang akan berbahayabagi penderita yang sudah menderita tekanan darah tinggi. Sumber natrium beradadalam konsumsi makanan sehari-hari kita; garam, sayur-sayuran dan buah-buahanbanyak mengandung elektrolit termasuk natrium.

Banyak kondisi yang mengakibatkanmeningkatnya kadar natrium dalam plasma darah. Kondisi dehidrasi  akibat kurang minum air, diare,muntah-muntah, olahraga berat, sauna menyebabkan tubuh kehilangan banyak airsehingga darah menjadi lebih pekat dan kadar natrium secara relatif jugameningkat. Adanya gangguan ginjal seperti pada penderita Diabetes danHipertensi juga menyebabkan tubuh tidak bisa membuang natrium yang berlebihandalam darah. Makan garam berlebihan serta penyakit yang menyebabkan peningkatanberkemih (kencing) juga meningkatkan kadar natrium dalam darah.

No comments:

Post a Comment