Tuesday, November 1, 2011

Pentingnya memahami, menghargai, mengakui dan menerima perbedaan


I. PENGANTAR

Tidak ada yang menghendaki kita hidup bercerai berai hanya karena alasankita berbeda satu sama lainnya dalam hal berbeda etnis, bahasa, keyakinan,kebiasaan, makanan, dan lain-lain. Tulisan ini sengaja disajikan dengan tujuanmengangkat sebuah tema penting seperti mengapa kita berbeda dan upaya apa yangseharusnya kita lakukan untuk menyikapi perbedaan itu, sehingga perbedaan itutidak perlu dipersoalkan apalagi sampai menyulut konflik sosial yang justruakan menghancurkan kehidupan kita di muka bumi ini. 
II. MENGAPA KITA BERBEDA?

Jawaban awam adalah karena kita memiliki kebudayaan yang berbeda. Jawabanini bisa dibetulkan, namun masih perlu banyak klarifikasi dan contoh-contohnya.Menurut Panikos Panayi(2000) bentuk-bentuk keberagaman/anekawarna/perbedaan itudapat dilihat dari dua hal, yaitu:

Pertama, Perbedaan secara biologis mencakup:

a.       Jenis Kelamin(seks) seperti laki-laki danperempuan
b.      Usia. Yang lebih penting di sini adalahpembedaan antara usia muda dan tua
c.       Intelektual, yaitu pembedaan yangditentukan oleh kepandaian/kepintaran seseorang. Di sini juga berhubungandengan perbedaan pendapat atau persepsi seseorang terhadap suatu masalah.
d.      Ras. pembedaan di sini ditentukan olehasal-usul dan pengolongan ras umat manusia seperti Kaukasoid, Mongoloid,Negroid, dan ras-ras khusus seperti:Polynesia, Weddid, Australoid, Ainu,Bushman, Melanozoid.

Kedua, Perbedaan Berdasarkan Kondisi Sosial Budaya, Mencakup:

a.       Suku bangsa yang berhubungan denganadat-istiadat, kesenian, pakaian, bahasa, teknologi, sistem pengetahuan,ciri-ciri fisik, ritual, makanan khas/ tradisional, dan kesamaan dalam tatanilai, pandangan tentang jagad raya, dan lain-lain.
b.      Agama berhubungan dengankepercayaan/keyakinan umat manusia pada Tuhan Yang Maha Esa. Yang pentingditunjukkan di sini bahwa kita mengenal banyak agama: Islam, Kristen, Katolik,Hindu, Budha, Kaharingan.
c.       Klan dapat dibagi menjadi dua golonganyaitu klan besar dan klan kecil. Klan besar adalah suatu kelompok kekerabatanyang berasal dari satu nenek moyang, dan klan kecil adalah suatu kelompokkekerabatan yang terdiri dari satu nenek moyang melalui garis keturunan ayahatau garis ibu. Klan berarti kerabat atau Marga di Sumatera atau Buay diLampung.
d.      Profesi berhubungan erat dengan keahliandan jabatan seseorang dan profesi inipun menciptakan keanekaragaman dalammasyarakat.

Pertanyaan selanjutnya adalah faktor apa yang membuat perbedaan-perbedaanitu? Untuk menjawab pertanyaan ini kita diminta untuk terlebih dahulu memahamikonsep kebudayaan karena kebudayaan adalah suatu alat yang berguna untukmemahami prilaku manusia di seluruh dunia, juga di negeri kita sendiri.Pandangan-pandangan mengenai konsep ini terutama berasal dari ilmu-ilmu prilakumanusia(Behavioral Sciences) seperti sosiologi, antropologi dan psikologi.Ilmu-ilmu sosial tersebut mempelajari dan menjelaskan kepada kita tentangbagaimana orang-orang berprilaku, mengapa mereka berprilaku demikian, dan apahubungan antara prilaku manusia dengan lingkungannya. Secara umum kita cendrungmemandang prilaku orang lain dalam konteks latar belakang kitasendiri(etnosentrisme), yaitu kita melihat dan menilai orang lain dariperspektif “dunia kecil” kita sendiri dan karenanya bersifat subjektif.Antropologi sosial, pada khususnya membantu kita untuk menyeimbangkanperspektif kita dengan memberikan cara-cara yang objektif untuk menganalisisdan mengantisipasi kemiripan-kemiripan dan perbedaan-perbedaan budaya. Padadasarnya manusia-manusia menciptakan budaya atau lingkungan sosial merekasebagai suatu proses adaptasi terhadap lingkungan fisik dan biologis mereka.Perubahan suatu lingkungan dapat pula mengakibatkan terjadinyaperubahan-perubahan kebudayaan, dan perubahan kebudayaan dapat pula terjadikarena mekanisme lain seperti munculnya penemuan baru(invention), penyebarankebudayaan(difusi) dan penerimaan kebudayaan lain(akulturasi).

Hubungan timbal balik antara manusia dan alam akan menciptakan suatukebudayaan baru dan perubahan kebudayaan. Misalnya, bagaimana manusia berusahahidup harmonis atau beradaptasi dengan alam, yaitu membangun rumah tahan gempadi daerah rawan gempa; orang Dayak membangun rumah panggung untukmengantisipasi bahaya banjir dan binatang buas; Orang Eskimo tinggal di rumahIgloo dan membuat pakian dari kulit binatang agar tahan terhadap cuaca dingin ;masyarakat yang tinggal di tepi pantai dan masyarakat yang tinggal dipedalaman, masyarakat di pedesaan dan masyarakat di perkotaan pasti memilikimentalitas dan kepribadian yang berbeda yang ditempa oleh alam di mana merekaberada. Misalnya masyarakat pedesaan masih memiliki ciri masyarakat komunal dansubsisten, sementara di perkotaan masyarakat bercirikan masyarakat individualdan materialistis. Masyarakat nelayan yang tinggal di tepi pantai pada umumnyamemiliki sifat keras dan pemberani karena sudah dibentuk oleh alam yang ganasseperti ombak dan gelombang yang sangat berbahaya.

III. DAMPAK GLOBALISASI

Secara sederhana Globalisasi dapat dipahami sebagai proses Westernisasi,dimana arus globalisasi akan menghancurkan integritas budaya negara lain karenaglobalisasi dianggap sangat represif, eksploitatif, dan berbahaya bagi semuaorang. Menurut Widen(2001) konsep globalisasi dapat dipahami melalui berbagaiperistiwa sejarah yang meningkatkan arus globalisasi itu sendiri, seperti:

1.      Ekspansi Eropa dengan navigasiperdagangan;
2.      Revolusi industri yang mendorong pencariantempat pemasaran hasil industrinya;
3.      Pertumbuhan kolonialisme dan imperialisme;
4.      Pertumbuhan kapitalisme;
5.      Perkembangan revolusi teknologi daninformasi;
6.      Persebaran ideologi universal seperti HAM,kebebasan, kesejahteraan, toleransi, kesehatan, pendidikan, agama, demokrasi,dan harga diri;
7.      Mobilitas manusia ke berbagai penjurudunia.

Salah satu dampak globalisasi yang ingin saya perlihatkan di sini adalahsemakin mengentalnya FAHAM ETNOSENTRISME akibat menguatnya identitas kelompokberupa identitas etnik dan identitas agama sebagai akibat dari kurang siapnyakita menerima dan memahmi keberagaman yang semakin kompleks. ETNOSENTRISMEadalah suatu faham yang memberi penilaian negatif terhadap semua budaya di luarkebudayaan sendiri, atau hanya mengangungkan kebudayaan sendiri dan merendahkankebudayaan lain. Faham seperti ini sudah tidak cocok lagi dalam negarademokrasi dan masyarakat multikultural karena akan memicu berbagai konfliksosial dan mendorong terjadinya disintegrasi suku bangsa. MenurutDeFluer(1993); Robbins (1997); dan Raymond Scupin(1995) menguatnya FahamEtnosentrisme umumnya disebabkan oleh beberapa hal, yaitu;

1.      Terbatasnya pengetahuan atau wawasanseseorang terhadap dunia luar kelompok etnisnya;
2.      Rendahnya tingkat pendidikan seseorangsehingga ia tidak mampu mengembangkan cara berpikir kritis, apa yang ia dengardan ia terima selalu benar adanya,
3.      Tertutupnya suatu kelompok etnik terhadappengaruh dunia luar, dan
4.      Kuatnya induktrinasi dari pemimpinkelompok etnis/kelompok agama tertentu.

No comments:

Post a Comment