Tuesday, November 1, 2011

Makalah tentang Suku Asmat


KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah kami panjatkan kehadiratAllah SWT yang telah memberikan kekuatan dan hidayahnya, sehingga saya dapatmenyusun makalah ini dengan baik. Semoga makalah ini bermanfaat bagi si pembacakhususnya dan bagi teman – teman semua pada umumnya.

Mohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini adasalah kata dan kurang sempurna. 

Oleh karena itu, kritikdan saran dari temen-teman semua akan saya terima dengan senang hati gunamenyempurnakan makalai ini.

Cukup sekian dan terima kasih. 

                                                                                    Brebes, 10 Februari 2011

                                                                                                    Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN

Indonesia memiliki keberagaman budaya sebagaimodal dasar kekuatan dalam membangun bangsa Indonesia menuju bangsa yang besardan modern. Di samping itu,keberagaman budaya juga memberi manfaat yaitu dalam bidang bahasa, kebudayaan,dan pariwisata.

Potensi keberagaman budaya dapat dijasikan obyekdan tujuan pariwisata di Indonesia yang bisa mendatangkan devisa. Budaya lokalyang meliputi suku-suku bangsa di Indonesia di antaranya ada Suku Asmat yangberasal dari Irian.

BAB II
PEMBAHASAN
Suku bangsa Asmat

Daerah kebudayaan suku bangsa Asmat adalah daerahpegunungan di bagian selatan Papua (Irian). Suku bangsa Asmat terdiri dariAsmat Hilir dah Asmat Hulu

Asmat Hilir bertempat tinggal di dataran rendahyang luas sepanjang pantai yang tertutup hutan rimbun, rawa dan sagu. Sedangkansuku Asmat Hulu bertempat tinggal di daerah berbukit-bukit dengan padang rumputyang luas. Suku bangsa Asmat menggunakan bahasa lokal yaitu bahasa Asmat.

A.    Sistem Religi / Kepercayaan

Dalam kepercayaan masyarakat Asmat, suku bangsaAsmat sekarang ini merupakan keturunan dewa yang turun dari dunia ghoib.Dewa-dewa itu turun ke bumi dan mendarat di suatu tempat di pegunungan. Darisana mereka berpetualang dengan berbagai tantangan menelusuri sungai hinggatiba di daerah mana suku Asmat berdiam saat ini. Salah satu dewa yang dikenaladalah Fuumeripitsy yang dianggap sebagai nenek moyang suku Asmat di telukFlaminggo

Masyarakat Asmat mempercayai macam-macam roh yangdigolongkan ke dalam 3 (tiga) jenis, yaitu :
  1. Arwah nenek moyang yang baik, yang disebut Yi – ow
  2. Arwah nenek moyang yang jahat, yang disebut Osbopan
  3. Arwah nenek moyang yang jahat akibat orang itu mati konyol disebut Dambin – ow
Orang Asmat juga mengenal macam-macam upacarakeagamaan untuk berkomunikasi dengan arwah nenek moyangnya, antara lain denganmenghiasi perisai, mengukir topeng, atau pembuatan patung.

Pembuatan benda-benda ini biasanya dimeriahkandengan pesta makan, nyanyian dan tarian serta peragaan kisah petualangan dewaFuumeripitsy dengan gerakan dan dialog

B.    Sistem Bahasa

Bahasa baik lisan, tulisan, maupun isyaratmerupakan komponen kebudayaan. Dengan bahasa, dengan bahasa, manusia dapatmemberikan arti secara aktif pada suatu obyek materiil sehingga bahasa dapatmerupakan dasar kebudayaan. Manusia dapat berkomunikasi karena adabahasa-bahasa yang digunakan sebagai alat penghubung.

C.    Sistem kesenian

Suku bangsa Asmat memiliki bidang seni ukiranterutama ukir patung, topeng, perisai gaya seni patung Asmat, meliputi :

1.     Gaya A, Seni Asmat Hilir dan Hulu Sungai.

Patung-patung dengan gaya ini tersusun dari ataske bawah menurut tata urut silsilah nenek moyangnya. Contohnya, mbis yangdibuat jika masyarakat akan mengadakan balas dendam atas kematian nenek moyangyang gugur dalam perang melawan musuh.

2.     Gaya B, Seni Asmat Barat Laut.

Bentuk patung gaya ini lonjong agak melebar bagianbawahnya. Bagian kepala terpisah dari bagian lainnya dan berbentuk kepalakura-kura atau ikan. Kadang ada gambar nenek moyang di bagian kepala, sedangkanhiasan bagian badan berbentuk musang terbang, kotak, kepala burung tadung,ular, cacing, dan sebagainya.

3.     Gaya C, Seni Asmat Timur.

Gaya ini merupakan ciri khusus gaya ukir orangAsmat Timur. Perisai yang dibuat umumnya berukuran sangat besar bahkan melebihitinggi orang Asmat. Bagian atasnya tidak terpisah jelas dari bagian lain dansering dihiasi garis-garis hitam dan merah serta titik-titik putih.

4.     Gaya D, Seni Asmat Daerah Sungai Brazza.

Perisai gaya D ini hampir sama besar dan tingginyadengan perisai gaya C, hanya bagian kepala terpisah dari badannya. Morif yangsering digunakan aladalh hiasannya geometris seperti lingkaran, spiral,siku-siku dan sebagainya.

Kesenian yang berhubungan dengan upacara keagamaanatau penghormatan kepada roh nenek moyang, yaitu :

1)      Mbisu adalah pembuatan tiang mbis ataupatung nenek moyang
2)      Yentpojmbu, adlah pembuatan dan pengukuhanrumah Yew
3)      Tsyembu, adalah pembuatan dan pengukuhanperahu lesung
4)      Yamasy, adalah upacara perisai
5)      Mbipokumbu, adalah upacara topeng

D.   Sistem Pengetahuan

Sistem pengetahuan dalam suatu kebudayaan meliputipengetahuan tentang:

  1. Alam sekitarnya
  2. Alam flora dalam daerah tempat tinggalnya
  3. Alam fauna dalam daerah tempat tinggalnya
  4. Zat-zat bahan-bahan mentah dan benda-benda dalam lingkungan
  5. Tubuh manusia
  6. Sifat-sifat dan kelakuan sesama manusia
  7. Ruang dan waktu
Pengetahuan tentang alam sekitarnya berupapengetahuan tentang musim-musim, bintang-bintang, dan tentang sifat-sifat darigejala-gejala alam

Pengetahuan tentang alam flora merupakan salahsatu pengetahuan dasar bagi kehidupan manusia dalam masyarakat kecil, terutamamata pencaharian yaitu pertanian. Pengetahuan tentang fauna merupakanpengetahuan dasar, suku-suku bangsa hidup dari berburu dan perikanan. Dagingbinatang merupakan unsur penting dalam makanan.

Pengetahuan tentang ciri-ciri dan zat-zatbahan-bahan mentah, benda-benda sekelilingnya juga penting bagi manusia karenatanpa itu manusia tidak mungkin dapatmempergunakan alat-alat hidup.

Pengetahuan tentang tubuh manusia dalam kebudayaanbelum banyak dipengaruhi oleh ilmu kedokteran modern.

Pengetahuan dan ilmu untuk menyembuhkanpenyakit-penyakit dalam masyarakat pedesaan dilakukan oleh para dukun dantukang pijat. Manusia yang hidup dalam masyarakat perlu mengetahui sesamamanusia termasuk pengetahuan tentang sopan-santun bergaul, norma dansebagainya.

Pengetahuan tentang ruang dan waktu meliputisistem untuk menghitung, mengukur, menimbang, untuk mengukur waktu misalnyadengan tanggalan.

E.    Sistem kemasyarakatan

Suku bangsa Asmat, dalam sistem kelerabatanmengenal 3 (tiga) bentuk keluarga, yaitu :

  1. Keluarga Inti Monogamy dan Kandung Poligami
  2. Keluarga Luas Uxorilokal : keluarga yang telah menikah berdiam di rumah keluarga dari pihak istri
  3. Keluarga Ovunkulokal : keluarga yang sudah menikah bediam di rumah keluarga istri pihak ibu.

Di samping itu, orang-orang Asmat tinggal bersamadalam rumah panggung seluas 3 x 4 x 4 meter yang disebut Tsyem. Ini jugaberfungsi sebagai tempat penyimpanan senjata dan peralatan berburu, bercocoktanam, dan menangkap ikan. Suku bangsa Asmat mengenal rumah panggung Yew seluas10 x 15 meter. Fungsinya sebagai rumah keramat dan untuk upacara keagamaan. Yewini pada umumnya di kelilingi oleh 10 – 15 tsyem dan rumah keluarga Luas.

Masyarakat Asmat mengenal sistem kemasyarakatandisebut Aipem. Pemimpin Aipem biasanya mengambil prakarsa untukmenyelenggarakan musyawarah guna membicarakan suatu persoalan atau pekerjaan.Syarat untuk dapat dipilih menjadi pemimpin Aipem yaitu harus orang-orang yangpandai berkelahi, kuat dan bijaksana.

F.     Sistem Mata Pencaharian

Pada masyarakat yang tingkat peradaban ataukebudayaan masih sederhana, mata pencahariannya juga bersifat sederhana. Sistemmata pencaharian meliputi : berbur dan meramu, bercocok tanam di ladang,bercocok tanam dengan irigasi, beternak dan mencari ikan.

Beruburu dan meramu merupakan bentuk matapencaharian yang tertua dan terjadi di berbagai tempat di dunia. Untukmeningkatkan hasil berburu biasanya dengan teknik tertentu missalnya dengancara ilmu ghaib.

Di samping itu ada kebiasaan membagi hasil buruankepada kerabat maupun tetangga. Sisanya diproses dan dijual kepada msyarakatluar dan ke pasar-pasar. Bercocok tanam di ladang merupakan bentuk bercocoktanam tanpa irigasi, tetapi lambat laun diganti dengan bercocok tanam menetap :bercocok tanam di ladang terdapat di daerah rimba tropik terutama di AsiaTenggara.

Bercocok tanam dengan irigasi timbul di berbagaidunia yang terletak di perairan sungai besar, karena tanahnya subur. Beberapahal yang perlu diperhatikan yaitu masalah tanah, modal, tenaga kerja danmasalah teknologi tentang irigasi, konsumsi, distribusi dan pemasaran.Berternak biasanya dilakukan di daerah sabana, stepa dan gurun. Di Asia tengahmemelihara kuda, unta kambing dan domba.

Mencari ikan juga merupakan mata pencaharian yangtua ini dilakukan manusia zaman purba yang hidup di dekat sungai, danau ataulaut.

G.   Sistem Teknologi

Sistem teknologi dari suatu suku bangsa ataumasyarakat masih sederhana, karena dilihat dari dasar-dasar, bahan-bahan, carapembuatan dan tujuan pemberian. Peralatan hidup terdiri dari :

a       Alat produksi

Berdasarkan macam bahan mentahnya maka berupaalat-alat batu, tukang, kayu, bambu dan logam. Menurut K.T Oakley dalam budayaberjudul ”Man The Tool Maker”, teknik pembuatan alat-alat batu adalah dengan :pemukulan (Percussion Hacking), penekanan (Presure Feaking), pemecahan(Chipping) dan penggilingan (Glinding). Alat-alat produksi dalam masyarakattradisional dibedakan menurut fungsi dan lapangan pekerjaannya. Berdasarkanfungsinya, alat-alat produksi berupa alat potong, alat tusuk, alat menyalakanapi, alat pukul dan sebagainya. Berdasarkan lapangan pekerjaannya, alat-alatproduksi berupa alat ikat, alat tenun, alat pertanian, alat menangkap ikan, dansebagainya.

b       Senjata

Senjata dalam kebudayaan tradisional dibedakannmenurut fungsi dan pemakaiannya. Menurut fungsinya dapat berupa alat potong,alat tusuk, senjata lepas. Sedang menurut pemakaiannya senjata digunakan untukberburu, berperang dan sebaginya.

c        Wadah

Dalam budaya masyarakat tradisional, wadahdigunakan untuk menyimpan, emnimbun dan membawa barang. Berdasarkan bahanmentahnya wadah tersebut terbuat dari kayu, bambu, kulit kayu, tempurung dantanah liat. Ada pula yang terbuat dari serat-serat seperti keranjang.

Selain tempat penyimpanan, wadah digunakan untukmemasak atau membawa barang (transportasi)

d       Makanan

Makanan dilihat dari bahan mentahnya berupasayur-sayuran dan daun-daunan, buah-buahan, biji-bijian, daging, susu, ikan dansebaginya.

e       Pakaian

Pekaian merupakan benda budaya yang sangat pentingbagaimana tingkat kebudayaan masyarakat tercermin dari cara pemilihan danmengenakan pakaian. Pada masyarakat tradisional cara berpakaian msih sangatsederhana. Dari bahan mentahnya, pekaian terbuat dari daun-daunan, sepertidiikat dan dicelup. Ditinjau dari fungsinya, pakaian tradisional dibagi menjadi4 (empat) macam, yaitu :

1)      Alat untuk melindungi tubuh dari pengaruhalam (panas dan dingin)
2)      Lambang keunggulan
3)      Simbo yang dianggap suci
4)      Sebagai perhiasan

Pada masysarakat modern, fungsi pakaian sudahlebih komplek dan bervariasi. Selain keempat fungsi tersebut, pakaian merupakansimbol dan status sosial budaya.

f         Perumahan

Rumah merupakan tempat berlindung bagi manusia.Rumah tradisional menurut bahan mentahnya dibuat dari serat, jerami, kayu,bambu, kulit pohon .

           Ada 3 (tiga) bentuk rumah, yaitu : 

1)      Rumah setengah dibawah tanah (semisub-terranian dwelling)
2)      Rumah di atas tanah (surface dwellings)
3)      Rumah-rumah di atas tiang (Pile dwelling)

Dilihat dari pemakaiannya rumah sebagai tempatberlindung dibagi ke dalam rumah tadah angin, tenda-tenda, rumah menetap.

Rumah menetap dapat dibedakan menjadi : rumahtempat tingggal keluarga kecil, rumah tempat tinggal keluarga besar,rumah-rumah suci, rumah-rumah pemujaan dan sebagainya

g       Alat – alat transportasi

Alat-alat transportasi dengan segala jenis danbentuknya merupakan unsur kebudayan. Sejak zaman purba, manusia telahmengembangkan alat transportasi, walaupun sifatnya masih sederhana. Padamasyarakat tradisional, alat-alat transportasi terpenting adalah rakit/sampan, perahu,kereta beroda, alat seret dan binatang. Sejak dulu manusia telah menggunakanbinatang sebagai alat transportasi. Di siberia sejak dahulu orang telahmenggunakan sapi, kerbau, keledai, dan gajah sebagai alat angkut. Asia Utaradan Kanada Utara, rusa Reider dan anjing menjadi binatang transpotasi yangpenting. Untuk mengangkut barang menggunakan alat yang disebut Travois dan alatseret (sledge)

Daftar Pustaka

Alam S, Henry Hidayat, 2006. Ilmu PengetahuanSosial untuk SMK dan MAK kelas
XI. Jakarta, Erlangga
W. Juhana Wijaya, 2006, Ilmu Pengetahuan Sosialuntuk SMK kelas XI,
Bandung : Armico
Nugroho Trirus Brata, Antropologi untuk SMA dan MAkelas XI,
ESIS UUD 1945
Koencoro Ningrat, 1974, Pengantar Antropologi,Aksara Baru, Jakarta.

No comments:

Post a Comment